Tuesday, November 30, 2010

Tugas 1 Internal Audit Nov 2010

Ini tugas Saudara seperti yang telah kita bicarakan tanggal 25 Nov 2010. Saudara diminta untuk:
1. Mempelajari posisi fungsi internal auditor di perusahaan/organisasi (harus riel)
2. Menjelaskan melalui contoh tentang adanya indikasi kecurangan (minimal 7 contoh)
3. Memberikan contoh sikap "pruden" seorang internal auditor.

Disamping 3 tgas tersebut, Saudara juga diminta untuk mempelajari bagaimana mengamankan dan mengendalikan asset.

Paling lambat dikumpulkan tanggal 9 Desember 2010.

21 comments:

  1. Nama :TRI MUHAYANI
    NIM :C1H008039

    I.SECARA GARIS BESAR ADA 3ALTERNATIF POSISI/KEDUDUKA INTERNAL AUDITOR DALAM ORGANISASI PERUSAHAAN,yaitu :
    1.)Berada diBawah Dewan Komisaris
    Dlm hal ini Internal Auditing bertanggung jwb kpd Dewan Komisaris.Ini disebabkan karena bentuk perusahaan membutuhkan pertanggung jwb'an yg lebih besar,termasuk Direktur Utama dpt diteliti Oleh IA.
    2.)Berada diBAwah Direktur Utama
    Internal Auditor Bertanggung jawab pada Direktur utama.
    3.)Berada diBawah Kepala Bagian Keuangan
    Kedudukan Internal Auditor dlm struktur organisasi perusahaan berada dibwh kordinasi kepala Bag.Keu.Bagia IA bertanggung jwb sepenuhnya kpd Kepala Bag.Keu atau disebut jg sbg Controller.karena biasanya kepala Bag Keu tsb bertanggung jwb ats persoalan keuangan dan akuntansi.
    II.CONTOH INDIKASI ADANYA KECURANGAN,antara lain :
    1.)Penyalahgunaan Aset,cth nya :pencurian atas harta persedian dg melakukan bukti transaksi yang fiktif dg maksut utk memperkaya diri sendiri
    2.)Kecurangan laporan keuangan,cth nya : kecurangan yg dilakukan olh phk manajemen dlm bentuk slh saji material lap.keuangan yg dpt merugikan investor jg kreditor.
    3.)Kecurangan pada bagian logistic (pengadaan barang ),cth nya : manipulasi harga dg tujuan utk mendapatkan keuntungan pribadi.
    4.)kecurangan pada bagian pembelian,cth nya : membebankan pembelian pribadi pd perusahaan,memperbesar jumlah faktur pemasok.
    5.)Kecurangan pd bag.manajemen,cth nya : Penjualan / laba menurun sementara itu utang & piutang dgng meningkat,tingkat complain yg tinggi thd perusahaan dr phk konsumen / pemasok
    6.)Kecurangan pada bagian penjualan,cth nya:penjamin aktiva yang fiktif atau salah disajikan.
    7.)ransaksi hubungan istimewa tersebut tidak tepat yang dilakukan secara sengaja, yaitu suatau pihak menerima manfaat yang tidak dapat diperoleh kalau tidak ada hubungan istimewa tersebut.
    III.CONTOH SIKAP "PRUDEN" SEORANG INTERNAL AUDITOR,antara lain :
    1.)Memahami bisnis dan industri klien
    2.)Mereview informasi yang berhubungan dengan kewajiban-kewajjiban legal klien.
    3.)Mengidentifikasi keadaan khusus dan resiko luar biasa.
    4.)Menentukan kemampuan untuk menggunakan kecermatan dan keseksamaan.
    5.)Mereview informasi yang berhubungan dengan kewajiban-kewajjiban legal klien dan Mengevaluasi integritas manajemen.

    ReplyDelete
  2. Nama : Diah Sari Destiana
    NIM : C1H008080

    I.Posisi Internal Auditor Dalam Organisasi Perusahaan :
    1.Berada dibawah Dewan Komisaris.
    Dalam posisi ini Star Internal Auditing bertanggung jawab pada Dewan Komisaris. Hal ini disebabkan karena bentuk perusahaan membutuhkan pertanggung jawaban yang lebih besar, termasuk Direktur Utama dapat diteliti oleh Internal Auditor. Dalam posisi ini, pemeriksa intern sebenarnya merupakan alat pengendali terhadap performance manajemen yang dimonitor oleh Komisiaris perusahaan. Dengan demikian bagian pemeriksa intern mempunyai kedudukan yang kuat dalam organisasi.
    2.Berada dibawah Direktur Utama.
    Dalam posisi ini Star Internal Auditor bertanggung jawab pada Direktur Utama. Posisi ini biasanya jarang dipakai mengingat Direktur Utama terlalu sibuk dengan tugas-tugas yang berat. Jadi kemungkinan tidak sempat untuk mempelajari laporan yang dibuat Internal Auditor.
    3.Berada dibawah Kepala Bagian Keuangan.
    Dalam posisi ini kedudukan Internal Auditor dalam struktur organisasi perusahaan berada dibawah koordinasi kepala bagian keuangan. Bagian Internal Auditor bertanggung jawab sepenuhnya kepada kepala keuangan atau ada yang menyebutnya sebagai Controller.
    •Yang terbaik dari ketiga posisi tersebut tergantung pada tujuan yang hendak dicapai. Bila perusahaan sangat menekankan pada pengendalian keuangan saja, maka posisi penempatan Internal Aauditor yang tepat adalah posisi ketiga. Tetapi jika perusahaan menekankan pemeriksa intern sebagai alat untuk memonitor performance manajemen dalam mengelola kegiatan serta sumbernya secara efektif dan efisien, maka posisi yang tepat adalah maka posisi penempatan Internal Aauditor yang tepat adalah posisi pertama. Kedudukan atau posisi Internal Auditor dalarn struktur organisasi perusahaan mempengaruhi luasnya aktivitas fungsi yang dapat dijalankan dan dipengaruhi independensi dalam melaksanakan fungsinya.

    II.Indikasi Kecurangan dalam Perusahaan yang Harus Diperhatikan Internal Auditor :
    1.Kas yang berkurang secara tidak teratur dan tidak terantisipasi.
    2.Penjualan/laba yang tiba-tiba menurun sementara itu utang dan piutang dagang meningkat.
    3.Terdapat kelebihan persediaan yang signifikan.
    4.Ayat jurnal penyesuaian tanpa perincian/penjelasan pendukung.
    5.Pengeluaran tanpa dokumen pendukung.
    6.Penghancuran, penghilangan, pengrusakan dokumen pendukung pembayaran.
    7.Faktur yang ganda.

    III.Sifat Prudent seorang Internal Auditor dalam suatu Perusahaan :
    1.Pengecekan kembali bukti transaksi
    2.Penelusuran kembali jenis transaksi
    3.Pengecekan kembali persediaan
    4.Pengecekan kembali metode penghitungan HPP
    5.Pengecekan kembali pos-pos akunt yang ada

    ReplyDelete
  3. Nama: Indah Yulia Sari
    Nim : C1H008072

    1.Mempelajari posisi fungsi Internal Auditor di perusahaan secara real

    A. PT Tunas Finan Cindo Sarana oleh PT Bank Mandiri (Persero)

    -------Board of Commisioners----
    I I
    Audit Komitte Presiden Direktor
    I I
    Internal Audit Managing Direktor
    I
    Untuk mengevaluasi, mengkaji, menganalisa Grup & melapporkan temuannya kepada Komite Audit secara berkala.

    b. PT Astra Otoparts tbk

    RUPS
    I
    Dewan Komisaris
    I
    Direksi
    I
    Komite Audit
    I
    Department Audit Internal: Bertanggung jawab langsung kepada Direksi & memberikan laporan kepada Komite Audit.

    C PT HM Sampoerna Tbk setelah diakuisisi PT Philip Morris Indonesia

    Presiden Komisaris Utama
    I
    Dewan Komisaris
    -----------I-----------------------
    I I I
    Presiden Komisaris, Wakil Presiden Komisaris, Komisaris Independent
    I
    Direksi
    ---------------I----------
    I I I
    Presiden Direktur I Direktur
    Internal Audit
    I
    Memonitor kepada kepatuhan dan kebijakanperseroan menurut permintaan Direksi & Komisaris

    d PT Pelayaran Tempuran Emas tbk

    Dewan Komisaris
    ------------I---------------
    I I I
    Komisaris Utama,I Komisaris Independent
    Direksi
    ----------------I---------------------
    I I I Direktur Utama,Direktur Operasional Direktur Keuangan I
    Komite Audit
    I
    Internal Audit: Meningkatkan efektiifitas, efisiensi operasional menyangkut aspek SDM & sistem kinerja

    2. Menjelaskan melalui contoh tentang adany indikasi fraud minimal 7

    a. Adanya kejanggalan
    b. Adanya account-account yang biasanya ada jadi tidak ada
    c Ada jumlah yang luar biasa
    d Dilihat dari aspek perilakunya
    e. Penjualan/penjamin aktiva yang fiktif/salah disajikan
    f. Pembayaran yang tidak tepat
    g. Penyelundupan pajak

    3. Berikan contoh sikap prudent sweorang Internal Auditor

    a. Di Bank Mandiri
    Penyisihan penghapusan krtedit terhadap kredit bermasalah mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya 127,1% menjadi 200,5%
    b. Di Perusahaan (Redudancy)
    Pada saat sopir tidak masuk, kita dapat menggunakan sopir dari pihak luar yang kita bayar saat kita gunakan saja
    c. Perhitungan dari seorang kasir melakukan perhitungan ulang sering terjadi kesalahan-kesalahan pada tabel-tabel di Excel jika salah menghitungnya menggunakan kalkulator
    d. Perhitungan persediaan & Persediaan minimal
    Seberapa lama kita menerima barang persediaan yang kita butuhkan, mulai dari melakukan permintaan, catatan atas semua barang yang masuk, yang keluar,& sisa barang yang ada di gudang
    e. Perhitungan piutang (aging schedule)
    Membedakan seberapa lama piutang yang seharysnya sdh menjadi uang. Berapa lama yang menunggak 1 bulan, 1 tahun, dst. Dengan adanya audit, catatan atas piutang yang menunggak tsb perusahaan bisa segera memberi perhatian khusus&menindaklanjuti

    ReplyDelete
  4. NAMA : ETY WAHYUNI WULANDARI
    NIM : C1H007079

    TUGAS KE 1

    Secara garis besar ada tiga alternatif posisi atau kedudukan dari Internal Auditor dalam struktur organisasi perusahaan yaitu:
    1.Berada dibawah Dewan Komisaris.
    2.Berada dibawah Direktur Utama.
    3.Berada dibawah Kepala Bagian Keuangan.

    Contoh REAL:
    Kedudukan dan Fungsi Internal Auditor Pada PT. INDOSAT (PERSERO), Tbk JAKARTA :

    Fungsi dan Kedudukan Divisi Internal Audit dalam melakukan pengawasan dan penilaian atas system pengendalian internal yang dijalankan perusahaan PT. INDOSAT (PERSERO), Tbk JAKARTA sudah sangat memadai, karena secara organisasi fungsi dan kedudukan internal audit langsung bertanggung jawab kepada Direktur Utama serta diperkuat dengan adanya SK Direksi PT. INDOSAT yang menyatakan bahwa internal audit bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama. Hal tersebut memungkinkan Divisi Internal Audit dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal, karena memiliki kedudukan yang independen terhadap unit kerja atau kegiatan yang menjadi objek auditnya.

    TUGAS KE 2

    INDIKASI ADANYA KECURANGAN YANG HARUS DIKETAHUI SEORANG INTERNAL AUDITOR:

    1.Adanya account-account yang biasanya tidak ada jadi ada & account-account yang biasanya ada jadi tidak ada.
    2.Adanya jumlah yang luar biasa.
    3.Adanya tingkah laku yang mencurigakan.
    4.Pesanan pembelian/kontrak yang lebih tinggi dari kebutuhan yang sebenarnya.
    5.Ketidakcocokan diantara manajemen puncak.
    6.Tingkat komplain yang tinggi terhadap organisasi/perusahaan dari pihak konsumen, pemasok, atau badan otoritas.
    7.Kekurangan kas secara tidak teratur dan tidak terantisipasi.
    8.Penjualan/laba menurun sementara itu utang dan piutang dagang meningkat.
    9.Perusahaan mengambil kredit sampai batas maksimal untuk jangka waktu yang lama.
    10.Terdapat kelebihan persediaan yang signifikan.
    11.Terdapat peningkatan jumlah ayat jurnal penyesuaian pada akhir tahun buku.
    12.Pembuatan ayat jurnal penyesuaian tanpa otorisasi manajemen dan tanpa perincian/penjelasan pendukung .
    13.Pengeluaran tanpa dokumen pendukung.
    14.Pencatatan yang salah/tidak akurat pada buku jurnal/besar.
    15.Penghancuran, penghilangan, pengrusakan dokumen pendukung pembayaran.
    16.Kekurangan barang yang diterima.
    17.Kemahalan harga barang yang dibeli.
    18.Faktur ganda.
    19.Penggantian mutu barang.
    20.Perubahan perilaku secara signifikan, seperti: easy going, tidak seperti biasanya, gaya hidup mewah.

    TUGAS KE 3

    SIFAT PRUDENT YANG DIMILIKI OLAH SEORANG INTERNAL AUDITOR:

    1.Berhati-hati dalam menggunakan dan memproteksi informasi yang diperoleh dalam menjalankan tugasnya.
    2.Adanya pengetahuan yang memadai dalam mengevaluasi efektifitas internal control.
    3.Perhatian terhadap risiko tertentu akibat penyimpangan berdasarkan pengalaman audit dan sejarah perusahaan yang diuji.
    4.Mempertimbangkan keadaan-keadaan tertentu dalam membuat perencanaan audit.
    5.Memahami betul kemungkinan terjadinya situasi yang unfamiliar.
    6.Adanya kemampuan untuk mengubah ke dalam opini atas suatu pemahaman terhadap masalah-masalah yang mungkin belum terjawab.
    7.Kompetensi yang terus dikembangkan sehingga mempunyai pengetahuan yang tinggi tentang teknik mendeteksi penyimpangan.
    8.Review terhadap pekerjaan para asisten yang dilakukan dengan cermat.

    ReplyDelete
  5. Nama : Udin
    Nim : C1H008023

    I.POSISI INTERNAL AUDITOR DALAM STRUKTUR ORGANISASI/ PERUSAHAAN yaitu:
    1. IKALKALIS ( Ikatan Alumni Kimia Analis-USU)
    Pimpinan tertinggi adalah Majelis Wali Amanat, dibawahnya ada Dewan Audit, unit usaha komersial, Senat Akademik, Rektor dan Pembantu Rektor. kemudian Internal audit berada dibawah Rektor dan Pembantu Rektor. Auditor internal diangkat dan bertanggung jawab kepada Rektor. Tujuan unit ini adalah mengevaluasi dan memberikan rekomendasi berkaitan dengan kinerja seluruh unit Universitas. Dalam organisasi terdahulu fungsi dari Auditor Internal terfokus hanya pada evaluasi keuangan. Dalam organisasi yang baru Auditor Internal mengevaluasi baik kinerja non akademik maupun akademik.
    2. Struktur Organisasi Maharani Jepara Furnitures
    Pimpinan tertinggi adalah Direktur Utama , Satuan Audit Internal berada langsung dibawah Direktur Utama. Dibawah Audit Internal ada Direktur Pemasaran, Direktur keuangan dan Administrasi, Direktur Personalia, Direktur
    Akuntansi, dan Direktur Pergudangan. Satuan Audit Internal berfungsi untuk:
    · Mengawasi jalannya sistem informasi perusahaan secara keseluruhan
    · Bertanggungjawab kepada pemodal
    3. Everlight Electronics CO.LTD
    Pimpinan tertinggi Board of Directors, dibawahnya ada Audit Departmen. di bawah Audit Department ada Assurance Team dan Overseas & project Team. Fungsi Internal Audit: memeriksa dan mengevaluasi kecukupan sistem pengendalian internal dan efektivitas prosedur operasi, memberikan rekomendasi untuk pengelolaan perbaikan tepat waktu dan Dewan Direksi. Oleh karena hasil audit yang digunakan oleh Dewan Direksi dan manajemen untuk mengevaluasi dan benar prosedur operasi, meningkatkan kontrol internal dan mengarahkan tugas karyawan. Dengan demikian, melalui pendekatan yang sistematis dan disiplin, fungsi internal audit membantu manajemen dalam mencapai tujuannya dengan menilai dan membantu meningkatkan efektivitas proses terkait dengan manajemen risiko, pengendalian dan pemerintahan.

    II.INDIKASI KECURANGAN KARYAWAN:
    1.pembuatan ayat jurnal penyesuaian tanpa otorisasi manajemen dan tanpa perincian/ penjelasan pendukung.
    2. pengeluaran tanpa dokumen pendukung
    3. pencatatan yang salah/ tidak akurat pada buku jurnal/besar
    4. penghancuran, penghilangan, pengrusakan dokumen pendukung pembayaran
    5. kekurangan barang diterima
    6. kemahalan harga barang yang dibeli
    7. faktur ganda
    8. penggantian mutu barang

    III. CONTOH PRUDENT:
    1. Prudent dalam penerimaan pembayaran dengan cek : melakukan konfirmasi terlebih dahulu dengan bank yang bersangkutan untuk memastikan cek tersebut dapat dicairkan atau tidak, karena ada kemungkinan jika cek tersebut merupakan cek kosong.
    2. Prudent agar tidak terjadi lapping: dengan melakukan pembagian fungsi/ pemisahan tugas antara bagian pencatatan dengan pemegang kas.
    3. Prudent dalam penghapusan piutang : agar tidak terjadi kekeliruan maka perlu adanya otorisasi yang pantas atas penghapusan piutang oleh tingkat manajemen yang telah ditentukan sebelum piutang tersebut dihapus.
    4. Prudent dalam melakukan order pembelian: contoh bagian Persediaan meminta kepada manajer untuk melakukan pemesanan bahan baku karena stok telah habis, untuk menjaga prudent maka perlu dicek langsung ke bagian persediaan terlebih dahulu apakah bahan baku benar telah habis sebelum melakukan pemesanan.
    5. Prudent dalam penerimaan uang kas dari kasir : misal salah seorang kasir menyetorkan uang kas senilai 10 juta kepada manajer, maka untuk menjaga pruden uang tersebut perlu dihitung kembali apakah jumlahnya sesuai dengan yang dilaporkan.

    ReplyDelete
  6. Nama : Lenny Jun Indrayani
    Nim : C1H008110

    1. posisi internal auditor dalam perusahaan :
    a. internal auditor berada dibawah direktur keuangan sejajar dengan bagian akuntansi dan keuangan
    b. internal auditor merupakan staf dirut, dimaksudkan untuk membantu dewan direksi atas kegiatan perusahaan dengan penempatan itu ruang lingkup internal auditor diperluas melaporkan kepada top managemen dan memerlukan tindakan korektif, dengn demikian kelemahan tersebut bisa diketahui dan dikoreksi.
    c. internal auditor merupakan staf dewan komisaris. dengan penempatan ini internal auditor harus independen yang jadi objek dari perusahaan. pemeriksaan seluruhnya baik keuangan akuntansi dan seluruh pengeluaran perusahaan.

    2. 7 indikasi kecurangan perusahaan yang dinilai internal auditor :
    a. penjualan asset fiktif
    b. sengaja melakukan penilaian yang salah atas transaksi, asset, pendapatan, atau kewajiban
    c. melakukan transaksi keuangan istimewa
    d. melakukan aktifitas bisnis yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan
    e. kecurangan dibidang perpajakan
    f. menerima uang suap atau komisi
    g. menyembunyikan atau salah menyajikan data atau kejadian.

    3. 5 sifat prudent yang harus dimiliki Internal Auditor :
    a. auditor bukan penjamin atau penanggung jawab laporan keuangan.
    b. melakukan audit secara teliti.
    c. menggunakan keahlian yang dimiliki dengan sungguh-sungguh dan hati-hati.
    d. menghindari kekeliruan dan kesalahan.
    e. bertanggungjawab atas kecerobohan, itikad buruk.

    ReplyDelete
  7. 1.Pada umumnya ada beberapa Posisi internal auditing dlm stuktur Perusahaan yaitu :
    a.Internal Auditing berada di bawah Dewan komisaris.
    internal auditing bertanggung jawab pada Dewan komisaris.disebabkan karena bentuk perusahaan membutuhkan pertanggung jawaban yang lebih besar, termasuk direktur utama dapat diteliti oleh internal auditor.Dalam cara ini, bagain pemeriksa intern sebenarnya merupakan alat Pengendali Terhadap Performance manajemen yang dimonitor oleh komisiaris.
    b.Berada dibawah Direktur Utama.
    bertanggung jawab pada direktur Utama. Sistem ini biasanya jarang dipakai mengingat direktur utama terlalu sibuk dengan tugas-tugas yang berat. memungkinan tidak sempat untukmempelajari laporan yang dibuat internal auditor.
    c.Berada dibawah Kepala Bagian Keuangan.
    bertanggung jawab sepenuhnya kepada kepala keuangan atau ada yang
    menyebutnya sebagai Controller.

    II. CONTOH Indikasi Kecurangan yang dilakukan oleh karyawan.
    1.adanya aktivitas2 yang tidak biasa
    2.adanya perubahan pada tingkah laku.
    3.Pengeluaran barang tanpa ada dokumen dokumen pendukung
    4.kwitansi pembelian ditulis manual,
    5.Kekurangan barang yang diterima.
    6.Terdapat kelebihan persediaan yang signifikan.
    7.adanya coretan coretan pada dokumen.

    III.CONTOH SIFAT Prudent.
    1.Menghitung ulang.
    2.Kroscek penerimaan barang.
    3.Prudent agar tidak terjadi lapping: dengan melakukan pembagian fungsi/ pemisahan tugas antara bagian pencatatan dengan pemegang kas.

    ReplyDelete
  8. Anonymous said...
    ARIF HIDAYATULLOH
    CIH007053
    1.Pada umumnya ada beberapa Posisi internal auditing dlm stuktur Perusahaan yaitu :
    a.Internal Auditing berada di bawah Dewan komisaris.
    internal auditing bertanggung jawab pada Dewan komisaris.disebabkan karena bentuk perusahaan membutuhkan pertanggung jawaban yang lebih besar, termasuk direktur utama dapat diteliti oleh internal auditor.Dalam cara ini, bagain pemeriksa intern sebenarnya merupakan alat Pengendali Terhadap Performance manajemen yang dimonitor oleh komisiaris.
    b.Berada dibawah Direktur Utama.
    bertanggung jawab pada direktur Utama. Sistem ini biasanya jarang dipakai mengingat direktur utama terlalu sibuk dengan tugas-tugas yang berat. memungkinan tidak sempat untukmempelajari laporan yang dibuat internal auditor.
    c.Berada dibawah Kepala Bagian Keuangan.
    bertanggung jawab sepenuhnya kepada kepala keuangan atau ada yang
    menyebutnya sebagai Controller.

    II. CONTOH Indikasi Kecurangan yang dilakukan oleh karyawan.
    1.adanya aktivitas2 yang tidak biasa
    2.adanya perubahan pada tingkah laku. 3.Pengeluaran barang tanpa ada dokumen dokumen pendukung
    4.kwitansi pembelian ditulis manual,
    5.Kekurangan barang yang diterima.
    6.Terdapat kelebihan persediaan yang signifikan.
    7.adanya coretan coretan pada dokumen.

    III.CONTOH SIFAT Prudent.
    1.Menghitung ulang.
    2.Kroscek penerimaan barang.
    3.Prudent agar tidak terjadi lapping: dengan melakukan pembagian fungsi/ pemisahan tugas antara bagian pencatatan dengan pemegang kas.

    ReplyDelete
  9. Nama : Umi Fathonah
    Nim : C1H008024

    I. Posisi Internal Audit dalam Organisasi/ Perusahaan
    PT. AYAMARU BAKTIPERTIWI.
    Pimpinan tertinggi Dewan Komisaris, dibawahnya adalah Direktur Utama. Dibawah direktur Utama ada Direktur Divisi Penilaian dan sertifikasi, Direktur administrasi dan keuangan, direktur Divisi Konsultan. Posisi Internal Auditor berada dibawah Direktur Divisi Penilaian dan sertifikasi. Yang fungsinya adalah sbb:
    a.Mengkaji dokumen system manajemen yang sesuai, termasuk rekaman dan penentuan kecukupannya terhadap criteria audit
    b.Menyiapkan rencana audit
    c.Menyiapkan dokumen kerja
    d.Melaksanakan kegiatan audit lapangan antara lain : melaksanakan rapat pembukaan, komunikasi selama audit, menjelaskan tugas pemandu dan pengamat, mengumpulkan dan memverifikasi informasi dan data, merumuskan temuan audit, menyiapkan kesimpulan audit, mengadakan rapat penutupan
    e.Penyiapan pengesahan dan penyampaian laporan audit


    II. 7 Indikasi Kecurangan
    1. Perubahan gaya hidup/ perilaku seseorang
    2. Dokumentasi yang mencurigakan
    3. Keluhan dari pelanggan ataupun kecurigaan dari rekan sekerja
    4. pengiriman barang yang tidak benar
    5. pesanan pembelian/ kontrak yang lebih tinggi dari kebutuhan yang sebenarnya,
    6. pembuatan kontrak ulang atas pekerjaan yang telah selesai
    7.Penetapan harga yang tidak benar

    III. Sikap Prudent Internal Auditor
    1. Menganalisis : memecah menjadi bagian-bagian penting dan menentukan sifatnya.
    2. Mengecek : membandingkan/ menghitung ulang, sesuai keperluan untuk mengetahui akurasi atau kewajarannya.
    3. Mengonfirmasi : membuktikan kebenaran atau akurasi, biasanya melalui tanya jawab tertulis/ melalui inspeksi.
    4. memeriksa : melihat lebih dekat dan hati-hati dengan tujuan mencapai akurasi, kelayakan dengan opini yang sesuai.
    5. Mengevaluasi : mencapai kesimpulan mengenai kelayakan efektifitas, atau kegunaan.

    ReplyDelete
  10. Nama : Ria Wahyuni
    Nim : C1H008065

    I. Posisi Internal Audit dalam Organisasi/ Perusahaan
    a. Portal HR
    Pimpinan Tertinggi adalah Komisaris, Dibawahnya ada Direktur Utama. Dibawah direktur utama ada Steel manajer, Exsport manajer, Audit manajer. Posisi Internal Auditor berada di bawah Audit Manajer, yang berfungsi untuk:
    1. mengkoordinasikan proses pemeriksaan/ audit internal bagi cabang dan depo secara berkala untuk menghasilkan laporan hasil audit.
    2. menjalankan proses audit internal perusahaan secara menyeluruh dan berkelanjutan secara finansial dan operasional.
    3. memastikan kesiapan cabang dan depo dalam penyiapan kelengkapan laporan Laba Rugi serta melakukan pemeriksaan terhadap neraca Laba Rugi
    4. merumuskan dan memberikan masukan pemecahan masalah temuan audit dengan melakukan analisa yang tepat dan akurat
    5.Berkoordinasi dengan lembaga audit eksternal yang diperlukan untuk kelancaran perusahaan.

    b. Window on State Goverment
    Pimpinan tertinggi Direktur Utama, dibawahnya ada Interim Superindependent. Dibawah Interim Superindependent ada Lead Internal Auditor. Internal Auditor berada dibawah Lead Internal Auditor yang melapor langsung kepada Lead Internal Auditor.

    II. 7 Indikasi Kecurangan
    1. Pengambilan aset yang disimpan deposan pada lembaga-lembaga keuangan
    2. Klaim asuransi yang tidak benar
    3. Moral dan motivasi karyawan rendah
    4. Departemen akuntansi kekurangan staf
    5. Tingkat komplain yang tinggi terhadap organisasi/ perusahaan dari pihak konsumen, pemasok atau badan otoritas
    6. Kekurangan kas secara tidak teratur dan tidak tidak terantisipasi
    7. Penjualan/ laba menurun sementara itu utang dan piutang dagang meningkat.
    8. Perusahaan mengambil kredit sampai batas maksimal untuk waktu yang lama.

    III. Sikap Prudent Internal Auditor
    1. Menginspeksi : memeriksa secara fisik
    mendapat laporan pembelian yang jumlahnya tidak biasa maka auditor melakukan pengecekan fisik.
    2. Prudent pada Bank Bagian Teller
    Menerima setoran uang dari nasabah, teller seharusnya menghitung kembali jumlah uang tersebut, meskipun uang tersebut baru diambil dari bank yang bersangkutan.
    3. Prudent dalam laporan keuanga
    apabila diketahui laba perusahaan menurutn drastis, maka seorang auditor seharusnya mengecek kembali setiap akun yang berkaitan dengan laporan laba rugi tersebut.
    4. Prudent pada persediaan perusahaan
    Ada laporan dari bagian persediaan yang melaporkan bahwa di gudang terdapat sejumlah barang yang rusak, maka perlu disurvey ke gudang apakah benar terdapat barang yang rusak.
    5. Prudent pada transaksi Pembelian di perusahaan
    Misal perusahaan membeli 100 buah komputer dari suplier maka untuk menjaga kehati-hatian pada saat barang sampai perlu dicek kembali apakah komputer yang dipesab berjumlah 100 buah, meskipun dari pihak spulier menjamin bahwa jumlah sudah benar.

    ReplyDelete
  11. Nama : Erni Rudiyanti
    Nim : C1H008059

    1. kedudukan posisi Internal Auditor
    a. Berada di bawah posisi direktur keuangan
    b. Berada di staff dirut
    c. Berada di staff dewan komisaris

    2. 7 tanda kecurangan
    a. kekurangan barang yang diterima
    b. mahalnya harga beli barang
    c. faktur ganda
    d. penggantian mutu barang
    e. pencatatan yang tidak akurat
    f. kas tidak teratur
    g. pengeluaran tanpa bukti

    3. sifat Prudent yang dimiliki Internal Auditor
    a. pengecekan bukti transaksi
    b. review terhadap pekerjaan asisten
    c. mengecek pengeluaran barang
    d. menghindari lapping
    e. pengecekan persediaan barang

    ReplyDelete
  12. Nama : Sulkhan
    NIM : C1H007056

    Tugas I
    Posisi Internal Auditor Dalam Struktur Organisasi.
    Secara garis besar ada tiga alternatif posisi atau kedudukan dari Internal Auditor dalam struktur organisasi perusahaan yaitu:
    1. Berada di bawah Dewan Komisaris.
    Dalam hal ini internal auditor bertanggung jawab pada Dewan Komisaris. ini disebabkan karena bentuk perusahaan membutuhkan pertanggungjawaban yang lebih besar, termasuk direktur utama dapat diteliti oleh internal auditor. Dalam cara ini, bagian pemeriksa intern sebenarnya merupakan alat pengendali terhadap performa manajemen yang dimonitor oleh komisaris perusahaan. Dengan demikian bagian pemeriksa intern mempunyai kedudukan yang kuat dalam organisasi.
    2. Berada di bawah Direktur Utama.
    Menurut sistem ini internal auditor bertanggung jawab pada direktur utama. Sistem ini biasanya jarang dipakai mengingat direktur utama terlalu sibuk dengan tugas-tugas yang berat.
    3. Berada di bawah Kepala Bagian Keuangan.
    Menurut sistem ini kedudukan internal auditor dalam struktur organisasi perusahaan berada di bawah koordinasi kepala bagian keuangan. Bagian Internal auditor bertanggung jawab sepenuhnya kepada kepala keuangan atau ada yang menyebutnya sebagai Kontrol. Tapi perlu juga diketahui bahwa biasanya kepala bagian keuangan tersebut bertanggung jawab juga pada persoalan keuangan dan akuntansi.

    Tugas II
    menjelaskan melalui contoh tentang adanya indikasi kecurangan (minimal 7 contoh):
    1.pengungkapan dalam laporan keuangan untuk mengelabui pemakai laporan keuangan.
    Contoh :
    Manipulasi, pemalsuan, atau perubahan catatan akuntansi atau dokumen pendukungnya yang menjadi sumber data bagi penyajian laporan keuangan
    2.kesengajaan yang berkaitan dengan estimasi akuntansi dan penerapan prinsip akuntansi.
    Contoh:
    Estimasi akuntansi yang tidak masuk akal mungkin merupakan tindakan yang tidak disengaja atau mungkin merupakan usaha untuk secara sengaja membuat salah saji dalam laporan keuangan
    3.suatu tekanan atau suatu dorongan untuk melakukan kecurangan,
    Contoh:
    kecurangan dalam laporan keuangan dapat dilakukan karena manajemen berada di bawah tekanan untuk mencapai target laba yang tidak realistis
    4.kecurangan dapat disembunyikan dengan memalsukan dokumentasi,
    Contoh:
    karyawan atau manajemen yang memperlakukan kas secara tidak semestinya dengan mencoba menyembunyikan tindakan pencurian mereka dengan memalsukan tanda tangan atau menciptakan pengesahan elektronik yang tidak sah di atas dokumen otorisasi pengeluaran kas
    5.kecurangan juga disembunyikan melalui kolusi di antara manajemen, karyawan atau pihak ketiga
    Contoh:
    auditor dapat menerima konfirmasi palsu dari pihak ketiga yang melakukan kolusi dengan manajemen.
    6.faktor risiko yang berkaitan dengan karakter operasi dan stabilitas keuangan.
    Contoh:
    Ketidakpastian untuk menghasilkan arus kas dari operasi, sebaliknya perusahaan dilaporkan laba dan laba nya mengalami pertumbuhan
    7.suatu peluang yang dirasakan ada untuk melaksanakan kecurangan.
    Contoh:
    Peluang dirasakan ada jika seorang individu yakin bahwa ia dapat menghindari pengendalian intern

    Tugas III
    contoh sikap "prudent" seorang internal auditor.
    1.kehati-hatian terhadap bukti transaksi dengan cara :
    • pengecekan bukti transaksi
    contoh :
    mengecek bukti-bukti transaksi yang telah terjadi seperti pengecekan kuitansi, faktur, rekening bank, dan bukti bukti-bukti transaksi lainnya.
    • review bukti transaksi
    contoh :
    mengecek ulang atau mereview bukti-bukti transaksi yang telah dicek agar dapat meminimalisir kesalahan.
    2.kehati-hatian pada persediaan dengan cara :
    • pengecekan barang pada gudang
    • sortir barang yang masuk pertama dengan barang yang masuk setelahnya apabila perusahaan tersebut menggunakan metode FIFO, LIFO atau Rata-rata.
    • Penataan barang yang teratur agar mudah untuk menghitungnya.
    • Pengecekan kembali persediaan yang telah dicek.

    ReplyDelete
  13. Nama : Dwi Okta Rihanti
    Nim : C1H007060

    1. Posisi Internal Auditor pada struktur organisasi :
    a. Berada dibawah Dewan Komisaris.
    Dalam hal ini star internal auditing bertanggung jawab pada Dewan Komisaris. lni disebabkan karena bentuk perusahaan membutuhkan pertanggung jawaban yang lebih besar, termasuk direktur utama dapat diteliti oleh internal auditor. Dalam cara ini, bagain pemeriksa intern sebenarnya merupakan alat pengendali terhadap performance manajemen yang dimonitor oleh komisiaris

    b. Berada dibawah Direktur Utama.
    Menurut sistem ini star internal auditor bertanggung jawab pada direktur utama. Sistem ini biasanya jarang dipakai mengingat direktur utama terlalu sibuk dengan tugas-tugas yang berat. Jadi kemungkinan tidak sempat untuk mempelajari
    laporan yang dibuat internal auditor.
    c. Berada dibawah Kepala Bagian Keuangan.
    Menurut sistem ini kedudukan internal auditor dalam struktur organisasi perusahaan berada dibawah koordinasi kepala bagian keuangan. Bagian Internal auditor bertanggung jawab sepenuhnya kepada kepala keuangan atau ada yang menyebutnya sebagai Controller. Tapi perlu juga diketahui bahwa biasanya kepala bagian keuangan tersebut bertanggung jawab juga pada persoalan keuangan dan akuntansi.

    2. Contoh yang menjadi indikasi kecurangan pada auditor :
    A. Berdasarkan pencatatan
    Kecurangan berupa pencurian aset dapat dikelompokkan kedalam tiga kategori:
    a. Pencurian aset yang tampak secara terbuka pada buku, seperti duplikasi pembayaran yang tercantum pada catatan akuntansi (fraud open on-the-books, lebih mudah untuk ditemukan).
    b. Pencurian aset yang tampak pada buku, namun tersembunyi diantara catatan akuntansi yang valid, seperti: kickback (fraud hidden on the-books).
    c. Pencurian aset yang tidak tampak pada buku, dan tidak akan dapat dideteksi melalui pengujian transaksi akuntansi “yang dibukukan”, seperti: pencurian uang pembayaran piutang dagang yang telah dihapusbukukan/di-write-off (fraud off-the books, paling sulit untuk ditemukan).

    B. Berdasarkan frekuensi
    Pengklasifikasian kecurangan dapat dilakukan berdasarkan frekuensi terjadinya:
    a. Tidak berulang (non-repeating fraud). Dalam kecurangan yang tidak berulang, tindakan kecurangan — walaupun terjadi beberapa kali — pada dasarnya bersifat tunggal. Dalam arti, hal ini terjadi disebabkan oleh adanya pelaku setiap saat (misal: pembayaran cek mingguan karyawan memerlukan kartu kerja mingguan untuk melakukan pembayaran cek yang tidak benar).
    b. Berulang (repeating fraud). Dalam kecurangan berulang, tindakan yang menyimpang terjadi beberapa kali dan hanya diinisiasi/diawali sekali saja. Selanjutnya kecurangan terjadi terus-menerus sampai dihentikan. Misalnya, cek pembayaran gaji bulanan yang dihasilkan secara otomatis tanpa harus melakukan penginputan setiap saat. Penerbitan cek terus berlangsung sampai diberikan perintah untuk menghentikannya.
    Bagi auditor, signifikansi dari berulang atau tidaknya suatu kecurangan tergantung kepada dimana ia akan mencari bukti. Misalnya, auditor harus mereview program aplikasi komputer untuk memperoleh bukti terjadinya tindakan kecurangan pembulatan ke bawah saldo tabungan nasabah dan pengalihan selisih pembulatan tersebut ke suatu rekening tertentu.

    ReplyDelete
  14. lanjutan dwi okta rihanti
    C. Berdasarkan konspirasi
    Kecurangan dapat diklasifikasikan sebagai: terjadi konspirasi atau kolusi, tidak terdapat konspirasi, dan terdapat konspirasi parsial. Pada umumnya kecurangan terjadi karena adanya konspirasi, baik bona fide maupun pseudo. Dalam bona fide conspiracy, semua pihak sadar akan adanya kecurangan; sedangkan dalam pseudo conspiracy, ada pihak-pihak yang tidak mengetahui terjadinya kecurangan.

    D. Berdasarkan keunikan
    Kecurangan berdasarkan keunikannya dapat dikelompokkan sebagai berikut:
    a. Kecurangan khusus (specialized fraud), yang terjadi secara unik pada orang-orang yang bekerja pada operasi bisnis tertentu. Contoh: (1) pengambilan aset yang disimpan deposan pada lembaga-lembaga keuangan, seperti: bank, dana pensiun, reksa dana (disebut juga custodial fraud) dan (2) klaim asuransi yang tidak benar.

    b. Kecurangan umum (garden varieties of fraud) yang semua orang mungkin hadapi dalam operasi bisnis secara umum. Misal: kickback, penetapan harga yang tidak benar, pesanan pembelian/kontrak yang lebih tinggi dari kebutuhan yang sebenarnya, pembuatan kontrak ulang atas pekerjaan yang telah selesai, pembayaran ganda, dan pengiriman barang yang tidak benar.

    3. Contoh sifat prudent pada seorang Internal Auditor
    1) Tidak melakukan aktivitas yang merusak objektivitas audit mutu akademik internal.
    2) Tidak menerima pemberian apapun yang mengakibatkan tidak berlaku adil.
    3) Menjaga kerahasiaan fakta hasil audit yang diperoleh dalam melaksanakan tugasnya.
    4) Menghindari penyalahgunaan fakta hasil audit yang diperolehnya untuk kepentingan pribadi.
    5) Menghindari penggunaan fakta hasil audit tersebut dengan cara yang melawan hukum.
    6) Bebas dari pengaruh setiap pekerjaan dalam bidang yang diaudit.

    ReplyDelete
  15. Nama: Tri Mei Intani
    NIM: C1H008074

    Tugas 1:
    1.Berada dibawah dewan komisaris
    bagian pemeriksa intern sebenarnya merupakan alat pengendali terhadap perfomance management yang dimonitor oleh komisaris perusahaan. Bagian pemeriksa intern, mempunyai kedudukan yang kuat dalam organisasi.

    2.Berada dibawah Direktur Utama
    Sistem ini biasanya jarang dipakai, mengingat Direktur Utama terlalu sibuk dengan tugas-tugas yang berat, jadi kemungkinan tidak sempat untuk mempelajari laporan yang dibuat Internal Auditor.

    3.Berada dibawah Kepala Bagian Keuangan
    Biasanya Kepala Bagian Keuangan tersebut bertanggung jawab juga pada persoalan keuangan dan akutansi.

    Tugas 2:Indikasi Kecurangan

    1.Penggelapan(Embezzlement)yang ditandai oleh penyalahgunaan uang/harta dan pemalsuan catatan keuangan untuk menutup tindakan. Dengan demikian membuat deteksi sulit dilakukan.

    2.Penyembunyian(Concealment)yang disengaja atau penyajian yang salah dari kejadian atau data.

    3.Klaim yang diajukan untuk jasa dan barang yang sebenarnya tidak diberikan kepada organisasi.

    4. Perputaran yang cepat dalam posisi keuangan.
    5.Biaya perjalanan yang berlebihan.
    6.Kecurangan yang tidak dapat dijelaskan dalam aktiva fisik.
    7.Kekurangan, kelebihan dan kondisi yang tidak seimbang.

    Tugas 3:Sikap Prudent seorang Internal Auditor.
    *Pengujian dan perhitungan secara fisik.
    *Kehati-hatian dalam pemeriksaan.
    *Mempertimbangkan keadaan-keadaan tertentu dalam membuat perencanaan audit.

    ReplyDelete
  16. Azis juremi
    C1H007052


    I.Pada umumnya ada beberapa Posisi internal auditing dlm stuktur Perusahaan yaitu :
    a.Internal Auditing berada di bawah Dewan komisaris.
    internal auditing bertanggung jawab pada Dewan komisaris.disebabkan karena bentuk perusahaan membutuhkan pertanggung jawaban yang lebih besar, termasuk direktur utama dapat diteliti oleh internal auditor.Dalam cara ini, bagain pemeriksa intern sebenarnya merupakan alat Pengendali Terhadap Performance manajemen yang dimonitor oleh komisiaris.
    b.Berada dibawah Direktur Utama.
    bertanggung jawab pada direktur Utama. Sistem ini biasanya jarang dipakai mengingat direktur utama terlalu sibuk dengan tugas-tugas yang berat. memungkinan tidak sempat untukmempelajari laporan yang dibuat internal auditor.
    c.Berada dibawah Kepala Bagian Keuangan.
    bertanggung jawab sepenuhnya kepada kepala keuangan atau ada yang
    menyebutnya sebagai Controller.
    II. 7 Indikasi Kecurangan;
    1.adanya aktivitas2 yang tidak biasa
    2.adanya perubahan pada tingkah laku.
    3.Karyawan yg biasa datang terlambat berubah datang lebih awal
    4.kwitansi pembelian ditulis manual,
    5.banyak nota yang double bon
    6.pembayaran toko yang biasa lancar berubah menjadi macet.
    7.banyak pelanggan yang komplain akan pengiriman barang yang tidak sesuai pesanan
    III.Sifat Prudent seorang Internal Auditor dalam suatu Perusahaan :
    a. melakukan stock opname pada gudang
    b. memantau barang yg masuk dan keluar dari gudang,apakah sesuai dengan dokumen.
    c. menghindari terjadinya lapping
    d. melakukan isnpeksi mendadak pengecekan pada gudang
    e. pengecekan bukti transaksi.

    ReplyDelete
  17. R. Aditya Primadiyanto
    C1H008077


    1. Posisi Internal Auditor Dalam Struktur Organisasi.
    Secara garis besar ada tiga alternatif posisi atau kedudukan dari Internal
    Auditor dalam struktur organisasi perusahaan yaitu:
    1. Berada dibawah Dewan Komisaris.
    Dalam hal ini star internal auditing bertanggung jawab pada Dewan Komisaris. lni disebabkan karena bentuk perusahaan membutuhkan pertanggung jawaban yang lebih besar, termasuk direktur utama dapat diteliti oleh internal auditor. Dalam cara ini, bagain pemeriksa intern sebenarnya merupakan alat pengendali terhadap performance manajemen yang dimonitor oleh komisiaris perusahaan. Dengan demikian bagian pemeriksa intern mempunyai kedudukan yang
    kuat dalam organisasi.
    2. Berada dibawah Direktur Utama.
    Menurut sistem ini star internal auditor bertanggung jawab pada direktur utama. Sistem ini biasanya jarang dipakai mengingat direktur utama terlalu sibuk dengan tugas-tugas yang berat. Jadi kemungkinan tidak sempat untuk mempelajari laporan yang dibuat internal auditor.
    3. Berada dibawah Kepala Bagian Keuangan.
    Menurut sistem ini kedudukan internal auditor dalam struktur organisasi perusahaan berada dibawah koordinasi kepala bagian keuangan. Bagian Internal auditor bertanggung jawab sepenuhnya kepada kepala keuangan atau ada yang menyebutnya sebagai Controller. Tapi perlu juga diketahui bahwa biasanya kepala bagian keuangan tersebut bertanggung jawab juga pada persoalan keuangan dan akuntansi.
    Mana yang terbaik dari ketiga alternatif tersebut. Hal ini tergantung pada tujuan yang hendak dicapai.
    2 Beberapa contoh adalah :
    a. Penjualan atau penjamin aktiva yang fiktif atau salah disajikan
    b. Pembayaran yang tidak tepat seperti kontribusi politik yang illegal penyogokan (bribes), pembayaran kembali (kickbacks), dan pembayaran kepada pejabat pemerintah, pelanggan atau pemasok.
    c. Penyajian atau penilaian transaksi-transaksi, aktiva, hutang atau pendapatan yang tidak tepat dan dilakuka secara sengaja.
    d. Penetapan harga transfer yang tidak tepat dan dilakukan secara sengaja. Dengan sengaja menstrukturkan teknik penetapan harga secara tidak tepat, manajemen dengan pasti memperbaiki hasil operasi dari suatu organisasi yang tercangkup dengan transaksi menjadi kerugian dari organisasi yang lain.
    e. Transaksi hubungan istimewa tersebut tidak tepat yang dilakukan secara sengaja, yaitu suatau pihak menerima manfaat yang tidak dapat diperoleh kalau tidak ada hubungan istimewa tersebut.
    f. Kegagalan yang disengaja untuk mencatat atau mengungkapkan informasi yang signifikan untuk memperbaiki gambaran keuangan organisasi kepada pihak luar.
    g. Aktivitas usaha yang dilarang, seperti aktivitas yang melanggar undang-undang, peraturan, atau kontrak.
    h. Penyelundupan pajak,. Kecurang yang dilakukan atas kerugian organisasi umumnya adalah untuk menfaat langsung atau tidak langsung dari seorang karyawan, individual luar, atau perusahaan lain.
    Beberapa contoh adalah :
    a. Penerimaam penyogokan (bribes) atau pembayaran kembali
    b. Pengalihan kepada seorang karyawan atau pihak luar dari suatu transaksi yang secara potensial menguntungkan, yang secara normal menghasilkan keuntungan bagi organisasi.
    c. Penggelapan (embezzlement) yang ditandai oleh penyalahgunaan uang atau harta, dan pemalsuan catatan keuangan untuk menutup tindakan dengan demikian membuat diteksi sulit dilakukan.
    d. Penyembunyian (concealment) yang disengaja atau penyajian yang salah dari kejadian atau data
    e. Klaim yang diajukan untuk jasa dan barang yang sebenarnya tidak diberikan kepada organisasi.
    3 CONTOH SIKAP "PRUDEN" SEORANG INTERNAL AUDITOR,antara lain :
    1.)Memahami bisnis dan industri klien
    2.)Mereview informasi yang berhubungan dengan kewajiban-kewajjiban legal klien.
    3.)Mengidentifikasi keadaan khusus dan resiko luar biasa.
    4.)Menentukan kemampuan untuk menggunakan kecermatan dan keseksamaan.
    5.)Mereview informasi yang berhubungan dengan kewajiban-kewajjiban legal klien dan Mengevaluasi integritas manajemen.

    ReplyDelete
  18. Nama : Merista Dian A
    Nim : C1H008066
    Tugas 1
    Kedudukan Internal Auditor dalam perusahaan
    1. Penempatan Internal Auditor merupakan staf Dewan Komisaris dengan penempatan ini IA bersifat independen yang menjadi obyek ruang lingkup sikap pemeriksaanya meliputi seluruh aspek perusahaan baik akuntansi keuangan maupun operasional perusahaan
    2. Internal audit berada di bawah direktur keuangan dengan bagian akuntansi dan keuangan
    3. Internal audit merupakan staf direktur utama IA merupakan direksi perusahaan dalam melaksanakan pengendalian atas pengorganisasian dengan penempatan ruang lingkup perusahaan
    4. IA merupakan alat pengendali terhadap kinerja manajemen yang dimonitor oleh dewan komisaris dengan demikian IA yang mempunyai kedudukan yang kuat dalam organisasi perusahaan


    TUGAS 11
    Indikasi kecurangan
    Gejala kecurangan manajemen
    • Ketidakcocokan diantara manajemen puncak
    • Moral dan motivasi karyawan rendah
    • Departemen akuntansi kekurangan staf
    • Tingkat komplain yang tinggi terhadap organisasi/perusahaan dari pihak
    • konsumen, pemasok, atau badan otoritas
    • Kekurangan kas secara tidak teratur dan tidak terantisipasi
    • Penjualan/laba menurun sementara itu utang dan piutang dagang meningkat
    • Perusahaan mengambil kredit sampai batas maksimal untuk jangka waktu yang lama
    • Terdapat kelebihan persediaan yang signifikan
    • Terdapat peningkatan jumlah ayat jurnal penyesuaian pada akhir tahun buku
    TUGAS 111
    Sikap Prudent
    1.Menelaah dan menilai kebaikan, memadai tidaknya dan penerapan sistem pengendalian manajemen, struktur pengendalian intern, dan pengendalian operasional lainnya serta mengembangkan pengendalian yang efektif dengan biaya yang tidak terlalu mahal,
    2.Memastikan ketaatan terhadap kebijakan, rencana dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen
    3. Memastikan seberapa jauh harta perusahaan dipertanggungjawabkan dan dilindungi dari kemungkinan terjadinya segala bentuk pencurian, kecurangan dan penyalahgunaan
    4. Memastikan bahwa pengelolaan data yang dikembangkan dalam organisasi dapat dipercaya
    5.Menilai mutu pekerjaan setiap bagian dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh manajemen
    6.Menyarankan perbaikan-perbaikan operasional dalam rangka meningkatkan efisensi dan efektifitas

    ReplyDelete
  19. Nama : Nur Azizah
    Nim :C1H006076
    Tugas 1
    Kedudukan Internal Auditor dalam perusahaan
    1. Penempatan Internal Auditor merupakan staf Dewan Komisaris dengan penempatan ini IA bersifat independen yang menjadi obyek ruang lingkup sikap pemeriksaanya meliputi seluruh aspek perusahaan baik akuntansi keuangan maupun operasional perusahaan
    2. Internal audit berada di bawah direktur keuangan dengan bagian akuntansi dan keuangan
    3. Internal audit merupakan staf direktur utama IA merupakan direksi perusahaan dalam melaksanakan pengendalian atas pengorganisasian dengan penempatan ruang lingkup perusahaan
    4. IA merupakan alat pengendali terhadap kinerja manajemen yang dimonitor oleh dewan komisaris dengan demikian IA yang mempunyai kedudukan yang kuat dalam organisasi perusahaan
    Tugas 11
    Indikasi kecurangan
    Tindakan/perilaku pelaku kecurangan
    1. Perubahan perilaku secara signifikan, seperti: easy going, tidak seperti biasanya, gaya hidup mewah.
    2. Sedang mengalami trauma emosional di rumah atau tempat kerja
    3. Penjudi dan peminum berat
    4. Sedang dililit utang
    5. Temuan audit atas kekeliruan (error) atau ketidakberesan (irregularities) dianggap tidak material ketika ditemukan
    6. Bekerja tenang, bekerja keras, bekerja melampaui jam kerja, sering bekerja sendiri
    7. Pencurian aset yang tampak secara terbuka pada buku, seperti duplikasi pembayaran yang tercantum pada catatan akuntansi (fraud open on-the-books, lebih mudah untuk ditemukan)


    Tugas 111
    Sikap prudent
    1. Pengecekan ulang, misal dalam pengecekan barang yang akan di didistribusikan
    2. Tidak tergesa gesa dalam pengecekan ulang
    3. Menulis hal – hal yang baru yang harus di perhatikan dalam bekerja
    4. Hitung kembali setiap akan melakukan transaksi
    5. Semisal dalam melakukan piutang usaha adalah dengan cara membuktikan bahwa saldo akun piutang usaha, akun piutang usaha dan saldo akun cadangan kerugian piutang usaha yang sesungguhnya pada tanggal neraca
    6. Membuktikan asersi kelengkapan piutang usaha yang di cantumkan dalam neraca
    7. Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan piutang usaha

    ReplyDelete
  20. Nama : FERIANI BUDIYAH
    NIM : C1H008035

    Tugas I

    Posisi fungsi Internal Auditor;

    Pada hakekatnya posisi Internal Auditor dibagi menjadi tiga :
    1.Berada dibawah Dewan Komisaris.
    2.Berada dibawah Direktur Utama.
    3.Berada dibawah Kepala Bagian Keuangan.

    disini saya akan mengamati posisi internal auditor di PT NINDYA KARYA (BUMN Yang bergerak di bidang konstruksi) yang berkedudukan di Jakarta.
    Di Perusahaan ini Internal Auditor bertugas di bawah wewenang Direktur Utama. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 1983 (Norma pengendalian Intern yang dianut oleh PT NINDYA KARYA berpedoman kepada Sistem Pengawasan Intern (SPI) BUMN/BUMD) yang mengatur tugas dan kedudukan SPI adalah dibawah Direktur Utama yang bertugas untuk membantu Direktur utama dalam mengadakan penilaian atas sistem pengelolaan (manajemen) dan pelaksanaannya pada bagian - bagian yang bersangkutan
    dan memberikan saran - saran perbaikan.
    Secara garis besar ada beberapa fungsi Internal Auditor di PT NINDYA KARYA antara lain :
    1. Pemeriksaan atas keuangan dan ketaatan pada peraturan perundang - undangan.
    2. Penilaian tentang efisien dan efektifitas dalam penggunaan sarana yang tersedia.
    3. Penilaian tentang hasil guna atau manfaat yang direncanakan dari suatu kegiatan atau progam.
    4. IA Berfungsi sebagai landasan ketaatan kebijaksanaan manajemen dan menilai apakah kebijakan manajemen telah cukup memadai.
    5. Melakukan perbaikan - perbaikan guna meningkatkan efektifitas dan efesiensi perusahaan.
    6. Menilai dan mengidentifikasi mengenai kelemahan pengendalian intern agar tidak terjadi di masa yang akan datang.


    Tugas II
    Contoh tentang adanya Indikasi Kecurangan :
    1. Kinerja dan umur Aktiva (Contoh : Mesin Pabrik, Gedung dan kendaraan) yang terlalu cepat. Misal Gedung hanya dinilai umur ekonomisnya selama 5 tahun.
    2. Ayat jurnal penyesuaian tidak disertai dengan penjelasan yang jelas.
    3. Adanya duplikasi pembayaran yang berulang pada tercatat pada perusahaan. Contoh biaya perjalanan dinas, yang terdapat peningkatan signifikan di satu departemen.
    4. Harga Asset yang tidak wajar atau terlalu tinggi jika dibandingkan dengan harga pasar pada umumnya.
    5. Adanya Bukti Transaksi yang tidak mendapatkan otorisasi dari pihak - pihak yang berwenang. Misal : Pembelian Bahan baku yang tidak terdapat persetujuan/tanda tangan dari bagian Produksi.
    6. Mutu barang tidak sesuai dengan standar perusahaan.
    7. Stok Persediaan barang meningkat secara signifikan dan menumpuk di gudang.
    8. Tidak adanya dokumen pendukung pembayaran dengan alasan rusak atau hilang.
    9. Dokumen Surat Jalan tidak sesuai dengan Faktur Pembelian.
    10. Potongan Pembelian tidak diterima oleh perusahaan walopun perusahaan membayar sesuai dengan termin yang ditetapkan oleh supplier,

    Tugas III
    Contoh Sikap Prudent (kehati - hatian) seorang Internal auditor :
    1. Menghitung hingga satuan terkecil dalam satuan barang pada persediaan di gudang dan membandingkannya dengan kartu stok barang.
    2. Cash opname dilakukan dengan membagi uang kas ke dalam pecahan - pecahan sesuai dengan nominal nya, misal : uang logam ratusan, ribuan, sepuluh ribuan, dst.
    3. Meminta klarifikasi kepada Bank atas cek yang dikeluarkan / diterima oleh perusahaan.
    4. Memeriksa bukti transaksi dan dokumen - dokumen pendukungnya.Misal, jika perusahaan melakukan pembelian barang dagangan, maka dokumen yang perlu untuk dilakukan pengecekan antara lain,Surat Permintaan Penawaran Harga, SUrat Penawaran Harga dari Supplier, Surat Pemesanan Barang, Bukti Pengeluaran Kas, Dokumen Penyerahan Barang, Faktur Penjualan, Copy Cek atau Bukti transfer. dan lain - lain

    ReplyDelete
  21. Nama : Afif Setiawan
    Nim : C1H007040

    I.Didalam perusahaan telekomunikasi atau disini sebagai contoh PT. INDOSAT posisi pemeriksa intern dalam struktur organisasi perusahaan dapat berada dibawah :

    a. Dewan Komisaris
    Biasanya ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan perbankan dan asuransi. Di bawah perusahaan internal audit merupakan penjaga (watch dog) bagi dewan komisaris, sehingga seluruh organisasi termasuk direktur utama dapat diteliti oleh pemeriksa intern.

    b. Direktur Utama
    Sebenarnya cara ini jarang diopakai mengingat bahwa direktur dengan tugas-tugasnya yang berat biasanya tidak mempunyai waktu untuk mempelajari laporan internal audit dan kemudian melakukan tindakan-tindakan koreksi berdasarkan laporan tersebut.

    c. Controller, Direktur Keuangan, atau Bendahara
    Ini yang paling sering digunakan dimana internal audit bertanggung jawab pada fungsionaris keuangan yang tertinggi. Fungsionaris tersebut bertanggung jawab atas koordinasi dari persoalan-persoalan keuangan dan akuntansi.

    II. Indikasi kecurangan didalam perusahaan
    1. Dilihat dari kebiasaan seorang karyawan melakukan hal yang tidak biasa seperti mulai fashion dan barang-barang yang baru dibeli tidak sesuai dengan gajih yang diterima.
    2. kecurangan pada bagian pembelian membebankan pembelian pribadi pd perusahaan,memperbesar jumlah faktur pemasok.
    3. Sikap patuh kepada atasan yang berlebihan
    4. Pulang paling belakang pada saat ada barang yang hilang
    5. Income yang berkurang tidak sesuai dengan barang yang keluar pada saat karyawan tersebut bekerja.
    6. Selalu menghindar apabila ada pembicaraan kecurangan yang terjadi.
    7. Memanipulasi data yang tidak wajar.

    III.sikap prudent (hati-hati) seorang auditor
    1. Selalu mengontrol bukti transaksi yang telah dilaksanakan
    2. Mengadakan evaluasi setelah melakukan pekerjaan
    3. Mencatat semua kegiatan
    4. Mengidentifikasi keadaan khusus dan resiko luar biasa
    5. Berhati-hati dalam menggunakan dan memproteksi informasi yang diperoleh dalam menjalankan tugasnya
    6. bagian Persediaan meminta kepada manajer untuk melakukan pemesanan bahan baku karena stok telah habis, untuk menjaga prudent maka perlu dicek langsung ke bagian persediaan terlebih dahulu apakah bahan baku benar telah habis sebelum melakukan pemesanan
    7. melakukan audit dengan teliti,dengan menimba informasi bukan Cuma dari satu sumber saja

    ReplyDelete